Senin, 21 Desember 2015

Cara mengolah ikan yang benar

Ikan memang baik untuk kesehatan kita,  tapi asupan bernutrisi ini juga bisa berubah menjadi resiko kalau cara mengolahnya tidak benar. .
Ikan merupakan sumber semua jenis vitamin B atau vitamin B kompleks, serta vitamin A dan vitamin D yang baik. Ikan juga menyediakan yodium (terutama ikan air asin), zat besi, serta kalsium yang ditemukan dalam tulang ikan yang bisa dimakan seperti sarden dan salmon kaleng. Bagaimana cara mengolah ikan yang benar cek tips-tips di bawah ini :
Perhatikan teksturKenali tekstur ikan sebelum Anda mengolahnya. Ikan dengan daging berwarna putih dan cenderung bercahaya, itu berarti mudah dan cepat matang.
Ikan yang terlalu matang pasti tak akan terasa lezat lagi. Anda harus tahu, ikan yang terlalu matang akan kehilangan rasa dan kelembapannya. Jika memasaknya dengan benar, untuk beberapa lama ikan akan tampak tidak jauh berbeda seperti saat masih mentah. Anda tak perlu takut ikan tak akan matang sempurna. Suhu panas akan tetap masuk ke dalam daging ikan tanpa perlu api yang besar.
Terus bagaimana cara mengolah ikan yang benar agar tidak berbahaya bagi diri kita dan keluarga kita , cek ya guys :)
Cara paling awal untuk melakukan kesalahan dalam mengolah ikan adalah Pada saat membeli ikan,jangan sampai anda membeli ikan yang sudah tidak segar lagi atau berkualitas buruk. Karena terkadang langsung membelinya tanpa diperiksa terlebih dahulu. pada waktu memilih ikan pastikan mata ikan bercahaya, bersih, dan insang masih merah. Ikan segar tidak mengeluarkan bau (kecuali bau dari laut). Jika berbau amis, jangan dibeli!
Jangan dipukul-pukul pada saat dimasakTerkadang, orang memerlakukan ikan dengan cara dipukul-pukul seperti halnya daging ayam dan sapi. Perlakukan ikan sesederhana mungkin, tak perlu dipukul karena teksturnya sudah lembut. Bila berlebihan, ikan malah akan menjadi kering karena tidak lagi memiliki kandungan lemak.
Hilangkan Bau Amis Dengan bumbu MasakanUntuk menghilangkan amis ikan, Anda bisa menggunakan banyak bumbu dan rempah-rempah. Kini telah banyak ikan dalam kemasan kaleng yang jauh lebih praktis karena telah diberi bumbu dan tinggal dimasak. Namun, tidak semua produk ikan kalengan memiliki bumbu yang pas, jadi Anda perlu membubuhkan lagi bumbu agar rasanya lebih nikmat.
Masaklah dengan Menggunakan SausIkan adalah bahan makanan yang nikmat dan dalam kondisi segar, Anda bahkan bisa ‘mencicipi’ rasa laut. Ikan memiliki banyak cita rasa, masaklah ikan dengan saus yang tepat untuk meningkatkan cita rasanya. Penggunaan lemon dan mentega, khususnya untuk ikan bersisik putih, akan membuat rasanya semakin lezat.
Jangan Terlalu MatangUntuk menguji tingkat kematangan ikan, Anda bisa menyentuhnya selama dimasak. Dan, tidak seperti daging yang harus didiamkan 10-20 menit setelah dimasak untuk menjaga juicy-nya, ikan bisa langsung disantap.
Semoga artikel di atas bermanfaat :)
 



Hindari Ini Saat Mulai Latihan angkat Beban

Sebagian besar dari kita mungkin bertanya, hal apa yang sebaiknya harus di hindari agar program fitnes anda tidak mengganggu penambahan berat badan. Secara proporsional , orang kurus dan orang gemuk sebenarnya dalam tubuhnya memiliki modal otot yang sama. Tinggal bagaimana caranya mengaktifkan sejumlah banyak otot dalam tubuh sehingga bisa di fungsikan dalam latihan. Jadi bentuk latihannnya hampir sama, hanya  saja perbedaanya terletak pada intensitas, atau beban latihan. Namun ada beberapa hal yang harus anda hindari saat berlatih :
1. Terlalu lelah
Olahraga apapun yang anda lakukan sebaiknya jangan terlalu lelah. Bila anda rajin melakukan fitnes, porsi latihan jangan terlalu sering, 3 kali seminggu cukup, atau paling banyak 4 kali seminggu.

2. Teknik yang salah
Kontrol postur atau teknik yang benar saat latihan. Melakukan teknik yang salah tidak akan membuat tubuh anda menjadi seperti yang anda inginkan. Pada saat berlatih, konsentrasikan pada otot-otot yang berpenampang besar seperti dada , paha dan sayap. Hal tersebut dapat menjanjikan bertambahnya jumlah berat badan yang lebih banyak. Penambahan bobot atau volume akan terasa lebih besar sehingga berdampak terhadap penambahan berat badan. Namun bukan berarti mengabaikan otot-otot yang medium dan yang kecil seperti bahu dan tangan, agar latihan tetap proporsional dan seimbang.

3. Melakukan" paket berat "
Latihan sebaiknya dilakukan dengan latihan ringan-berat-ringan-berat, jangan melakukan latihan yang berat terus, karena akan membebani otot dan tidak ada waktu istirahat untuk otot.

4. Pemanasan yang " panas"
Jangan terlalu lama melakukan pemanasan. Bila anda melakukan pemanasan terlalu lama tubuh anda akan kelelahan terlebih dahulu. Lakukan pemanasan selama 8-10 menit dengan jalan kaki atau naik sepeda, baru kemudian dapat di lanjutkan dengan latihan inti selama 15- 20 menit.

5. Memaksakan beban
Jangan paksakan anda mengangkat beban sampai beban maksimum atau 100% dari berat badan anda, karena akan merusak otot anda dan rawan cidera. Berlatihlah 60-85 % pada tingkat awal

Demikian tadi 5 hal yang harus di perhatikan saat memulai latihan angkat beban, semoga bermanfaat :) .

Minggu, 20 Desember 2015

Perbedaan Obat Herbal dan Obat Kimia

Saat ini banyak masyarakat yang masih kurang paham akan perbedaan obat herbal dengan obat kimia. Umumnya mereka hanya tahu obat kimia dapat menyembuhkan penyakit secara langsung, sedangkan obat herbai herbal sebagai alternatif jikalau obat kimia tidak dapat menyembuhkan penyakit yang dideritanya
Obat itu ada obat herbal dan obat kimia yang tentunya kedua obat itu sama tujuan yaitu untuk mengobati. Disebutkan juga bahwa faktor pendorong terjadinya penggunaan obat herbal di negara maju antara lain adalah usia harapan hidup yang lebih panjang pada saat prevalensi penyakit kronis meningkat, adanya kegagalan penggunaan obat modern untuk penyakit tertentu (seperti kanker), serta meluasnya akses informasi mengenai obat herbal di seluruh dunia.
 

Obat Kimiawi :
  1. Terdapat efek samping dari obat kimia yang bisa berupa efek samping langsung maupun tidak langsung atau terakumulasi. Hal ini terjadi karena bahan kimia bersifat anorganik dan murni sementara tubuh bersifat organik dan kompleks. Maka bahan kimia bukan bahan yang benar-benar cocok untuk tubuh karena Penggunaan bahan kimia pada tubuh dianggap sebagai sesuatu yang tidak terhindarkan dan digunakan secara terbatas yang dapat diterima dan ditoleransi oleh tubuh.
  2. Lebih diarahkan untuk menghilangkan gejala-gejalanya saja artinya Bersifat sympthomatis yang hanya untuk mengurangi penderitaannya saja.
  3. Bersifat paliatif artinya penyembuhan yang bersifat spekulatif, bila tepat penyakit akan sembuh, Lebih diutamakan untuk penyakit-penyakit yang sifatnya akut (butuh pertolongan segera) seperti asma akut, diare akut, patah tulang, infeksi akut dan lain-lain.
  4. Reaksi cepat, namun bersifat destruktif artinya melemahkan organ tubuh lain, terutama jika dipakai terus-menerus dalam jangka waktu lama.
  5. Harga mahal karena Hampir semua obat kimia yang kita gunakan berasal dari luar. Hal ini terjadi karena untuk menghasilkan obat kita membutuhkan teknologi tinggi, biasa investasi yang tinggi dan waktu penelitian yang lama. Alasan lain dai impor obat adalah perlunya kepercayaan atas produsen obat. Sampai saat ini kepercayaan terutama ada pada beberapa negara yang dikenal produsen obat. Bahan mahal yang diipor terdiri dari obat jadi, bahan baku obat, bahan pengemas obat, teknologi, peralatan dan mesin-mesin, tenaga ahli dan tenaga terampil. Tingginya harga terjadi karena impor menggunakan mata uang asing yang berfluktuasi sesuai kurs dan juga membuat ketersediaan tidak menentu.
Obat Herbal :
  1. Obat herbal tidak hanya berkhasiat menyembuhkan gejala penyakit, tetapi juga menghilangkannya hingga ke akar penyebabnya. Hal ini karena efek obat herbal bersifat holistik (menyeluruh) sehingga tidak hanya berfokus pada penghilangan penyakit tapi juga pada peningkatan sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit.
  2. Obat herbal adalah produk alami yang ditemukan di alam dan benar-benar bebas dari semua jenis efek samping. Orang Indonesia telah berabad-abad meminum berbagai macam jamu tradisional dan belum pernah tercatat ada kasus efek samping yang mematikan. Namun Anda tetap perlu berhati-hati karena beberapa jenis jamu tradisional diproduksi tidak secara higienis dan bahkan dicampur zat-zat kimia sehingga berbahaya bagi tubuh. Dalam hal ini yang berbahaya bukan jamunya, namun kontaminasi jamur dan zat tambahannya.
  3. Multi khasiat atau bisa menghilangkan lebih dari satu penyakit
  4. Aplikasinya lebih sederhana, Jika diagnosa sudah jelas maka pengobatan dapat dilakukan di rumah dengan bantuan anggota keluarga yang lain. Bantuan dokter dibutuhkan untuk diagnosis yang benar berdasarkan data laboratorium. Rekomendasi terapi dapat diberikan oleh dokter yang juga herbalis, tetapi perawatannya bisa di rumah oleh anggota keluarga.
  5. Bersifat rekonstruktif atau memperbaiki organ dan membangun kembali organ-organ, jaringan atau sel-sel yang rusak.
  6. Bersifat kuratif artinya benar-benar menyembuhkan karena pengobatannya pada sumber penyebab penyakit.
  7. Lebih diutamakan untuk mencegah penyakit, pemulihan penyakit-penyakit komplikasi menahun, serta jenis penyakit yang memerluakan pengobatan lama.
  8. Reaksi lambat tetepi bersifat konstruktif atau memperbaiki dan membangun kembali organ-Bebas toksin Obat farmasi adalah racun. Anda tidak boleh mengkonsumsinya sembarangan. Obat herbal bebas racun sehingga aman dikonsumsi siapa pun, bahkan seringkali memberikan efek meluruhkan racun dalam tubuh (detoksifikasi)

Obat Alami Sakit Gigi

Gigi merupakan organ yang sangat penting mengingat perannya sebagai pelumat makanan. Kesehatan gigi sangat perlu untuk dijaga. Karena organ ini seringkali terkontak dengan bakteri sebagaimana mulut merupakan pintu masuknya bakteri dan virus ke dalam tubuh.
Apabila anda mengalami sakit gigi , sudah pasti tiu akan mengganggu sekali bukan ? sehingga kita akan terganggu beraktivitas akibat sakit gigi ini, nah berikut adalah beberapa di antara obat alami sakit gigi yang mudah untuk kita dapatkan , simak ya :)

Bawang Putih
Caranya Adalah : Anda hanya harus mengunyah bawang merah ini setiap hari selama kurang lebih tiga menit, Lakukanlah dengan rutin hingga rasa nyeri pada gigi berkurang atau bahkan hilang. Sebab anti bakteri yang terkandung pada bawang merah ini cukup ampuh dan dapat membabat habis bakteri-bakteri penyebab sakit yang ada di gigi.
Cabai Hijau
Caranya dengan memotong ujung cabai hijau secukupnya lalu dibakar hingga panas. Cabai hijau yang masih panas tersebut didiamkan hingga dingin, lalu ditempelkan pada bagian gigi yang sakit. Agar mendapatkan hasil yang maksimal, jalankan cara ini secara teratur 2 kali sehari.
Biji alpukat
Caranya, ambil biji alpukat lalu keringkan dengan cara disangrai. Haluskanlah biji alpukat yang sudah disangari tersebut hingga menjadi bubuk. Setelah itu, bubuk biji alpukat tersebut ditaburkan ke bagian gigi yang sedang mengalami sakit lalu tutup dengan kapas.
Garam
Ternyata dibalik rasa asin pada garam ada kandungan yodium yang ternyata bisa meringankan ngilu pada gigi. Gini nih caranya, larutkan garam dalam segelas air mineral hangat kemudian Aduk, abis itu gunakan sebagai mouthwash sampai kalian merasa cukup nyaman dan gak terlalu tersiksa karena rasa sakit gigi. Tapi, kalian gak dianjurkan langsung mengunyah garamnya, karena penyebarannya tidak sampai pada sela -sela gigi.
Jeruk nipis
Jeruk nipis juga obat loh. caranya teteskan sesendok demi sesendok pada bagian gigi yang sakit setiap 10 menit, sampai sari jeruknya habis. Vitamin C pada sari jeruk juga bisa meredakan sakit gigi dan itulah jeruk nipis menjadi salah satu cara mengobati sakit gigi belubang
Blimbing wuluh
Caranya Ambil beberapa buah belimbing wuluh Cuci bersih, kedian makan dengan menggunakan garam. Kunyah perlahan dengan menggunakan gigi yang sakit.
Daun jambu biji
Daun jambu biji ternyata juga bisa meredakan sakit gigi. Caranya kalian cukup Kunyah satu atau dua lembar  terus gosokkin pada gigi yang sakit Atau bisa juga masak dan tambahakan garam sampai mendidih 4-5 daun jambu biji pada segelas air.
Demikian di antara obat alami sakit gigi, mungkin di luar itu masih banyak obat alami yang lain yang belum saya sebutkan, semoga artikel ini bermanfaat :). 

Cara Mengolah Sayur yang Benar

Makan sayur sudah menjadi kebiasaan kita sehari-hari. Di mana sayur sudah menjadi salah satu teman kita dalam menyantap nasi dan lauk pauk. Kandungan gizi dan serat di dalamnya membuat sayuran menjadi menu wajib untuk menu makanan kita sehari-hari. Nah, untuk itu diperlukan pengolahan yang tepat agar kandungan nutrisi dalam sayuran tetap terjaga. Bagaimana cara untuk mengolah sayur yang benar, silakan di simak :)
 1.Panggang sayuran Anda 
Memanggang sayuran merupakan alternatif yang sehat. Panggang sayuran Anda yang telah diolesi minyak goreng agar tidak lengket. Memanggang sayuran jauh lebih sehat dan enak daripada menumis atau menggoreng. Selain itu, cara ini terbukti mampu mempertahankan rasa, vitamin dan mineral. 

2. Tumis sayuran Anda
Selain sederhana dan cepat, menumis sayuran juga merupakan alternatif yang sehat untuk mengolah sayuran Anda. Namun, berhati-hatilah untuk tidak memasak sayuran terlalu lembek. Sayuran yang renyah lebih banyak mengandung nutrisi. 
3. Kukuslah sayuran Anda 
Ketimbang direbus, sayuran lebih baik dikukus. Hal ini dapat mempertahankan nutrisi dan rasa alami sayuran tersebut. Sayuran kukus jauh lebih sehat daripada yang direbus. Penguapan akan memberikan hasil yang sama seperti merebus.Untuk menambah rasa, Anda dapat menambahkan biji wijen, bawang putih atau apa pun yang Anda suka. Semakin banyak kandungan air yang ada di sayuran, semakin banyak pula kandungan nutrisinya. Untuk hasil terbaik, kukuslah sayuran sampai renyah dan lembut

4. Batasi penggunaan garam 
Perlu diingat untuk membatasi penggunaan garam sebab dapat membantu untuk membawa keluar rasa dan warna pada sayuran. Sebaliknya, Anda dapat menggunakan rempah-rempah lainnya seperti bawang putih untuk menambah rasa pada sayuran Anda. 
Di samping itu kita juga harus menghindari cara mengolah sayur yang salah, karena akan menghilangkan kandungan nutrisi di dalam sayuran tersebut, berikut ini beberapa di antara cara mengolah sayur yang menjadikan kandungan nutrisinya berkurang , cek ya :)
 1. Sayur dijadikan keripik
Kamu pasti sering makan keripik kentang, dan tau gak sih kalau keripik kentang itu tidak termasuk dalam daftar menu sehat? Menurut penelitian, keripik kentang yang digoreng sudah kehilangan sebagian besar nutrisinya dan justru telah membawa kalori yang kurang baik karena diolah dengan cara menggorengnya. Nah, begitu juga dengan sayuran lainnya, seperti keripik bayam, keripik jagung, dan keripik sayur yang lain, semuanya dioleh dengan cara digoreng, dan telah kehilangan banyak nutrisi penting yang ada padanya.
2. Memakan jagung bersama nasi
Kalau kamu belum tahu, jagung bukanlah jenis sayuran tapi termasuk dalam gandum-ganduman yang dikenal memiliki nilai karbohidrat tinggi. Karbohidrat pada jagung hampir setara dengan yang ada pada nasi. Itulah sebabnya kenapa tidak disarankan untuk makan nasi bersama dengan jagung karena keduanya mengandung karbohidrat tinggi. Akan lebih baik bila mengkonsumsi jagung sebagai bahan makanan pokok bukan sebagi sayuran yang dimakan bersama dengan nasi.
3. Sayuran yang dikalengkan
Banyak orang yang lebih suka yang instant, misalnya seperti sayuran dalam kaleng karena mudah dikonsumsi dan lebih tahan lama. Perlu kita ketahui bahwa di dalam sayuran kaleng seperti ini banyak terkandung bahan tambahan yang sebenarnya berbahaya untuk kesehatan tubuh kita. Beberapa bahan tambahan seperti sodium, pemanis buatan, bahan pengawet, dan lain-lain. tentunya ini bukan makanan yang sehat yang ingin kamu makan.
4. Salad sayuran dengan saus creamy
Sebenarnya salad sayuran itu sehat, tapi kalau sudah digabungkan dengan mayonaise maka nilai sehatnya akan berkurang. Kenapa seperti itu? Jumalah kalori dalam mayonaise sudah cukup tinggi sehingga ketika dikonsumsi bersama salad sayuran menjadi tidak seimbang untuk tubuh kita.

Bagaimana cara mencegah sakit pada tulang ekor

     Manusia memiliki susunan tulang belakang yang tersusun dari ruas ruas di belakang tubuh yang membentuk satu kesatuan. Tulang ini membujur dari bagian belakang leher hingga dada, pinggang, pinggul dan bagian tulang ekor. Bagian tulang ekor inilah yang berfungsi untuk menyangga tubuh saat duduk ataupun berat badan tubuh. Oleh karena itu fungsi tulang ekor ini sangatlah penting. Jika sampai tulang ekor sakit tentunya akan mempengaruhi perkara lainnya. akibat duduk yang tidak nyaman tentu bisa mempengaruhi kinerja seseorang.
      Tulang ekor sakit adalah sebuah sensasi rasa sakit yang berada pada tulang ekor. Rasa sakit ini berada pada tulang cocygeus atau tulang ekor yang terletak pada pantat bagian tengah. Kadangkala sakit yang terjadi pada tulang ekor bisa menjalar ke bagian yang terasa di dekatnya seperti pantang atau tulang belakang atau punggung. Saat tulang ekor anda terasa sakit tentu akan sangat tidak nyaman untuk duduk, naik dari posisi berdiri, atau pun saat berlari. Hal ini akan semakin tidak nyaman bagi seorang wanita yang sedang mengalami menstruasi.
     Mengetahui penyebab suatu penyakit tentunya akan memudahkan kita untuk mendiagnosa penyakit yang kita alami dengan tepat. Penyebab sakit tulang ekor bisa bermacam-macam. tulang ekor Sakit bisa disebabkan karena adanya trauma duduk terlalu lama. terutama duduk pada permukaan keras yang sempit, selain itu perubahan struktur tulang karena usia ataupun terjadi setelah melahirkan dengan normal. Namun tak jarang penyebab rasa sakit dari tulang ekor tersebut tidak diketahui secara jelas atau pasti atau sering disebutdengan idiophatic
 Pencegahan
       Tulang ekor sakit dapat diantisipasi dengan beberapa hal. Anda bisa duduk di bantal yang berbentuk donat agar tulang ekor anda tidak terkena benda yang keras, selain itu jika sakit juga bisa dikompres dengan es untuk mengurangi rasa sakitnya. Caranya adalah ambil es batu kemudian bungkus dengan kain dan tempelkan pada tulang ekor anda. lakukan hal ini hingga kurang lebih 10 hingga 15 menit hingga sakit yang anda rasakan mulai mereda. Selain itu anda juga bisa duduk dengan bersandar ke depan. Namun selain itu semua tentunya yang paling utama adalah dengan rajin berolah raga. Apalagi jika memiliki kesibukan dengan banyak duduk sebaiknya anda membiasakan untuk berdiri atau berjalan jalan sekitar 15 atau 10 menit sekali jangan terus-terusan duduk.

    
Tulang ekor sakit juga bisa diantisipasi dengan melakukan terapi duduk dengan benar. selain itu yoga juga dianggap mampu mengatasi hal ini. Anda juga bisa menggunakan tempat duduk yang nyaman pada bagian dudukannya. Jika ingin tidur gunakan posisi tidur yang paling nyaman miring ataupun telentang. Selain itu penting pula untuk mengkonsumsi makanan yang sehat dan sayur-sayuran, susu untuk kalsium dan perbaikan tulang juga sangat anda butuhkan jika mengalami gangguan ini.

Rabu, 20 November 2013

Lempar Cakram

Halo guys...
bertemu lagi dengan saya... kali ini saya akan membahas tentang lempar cakram,, tentu saja materi ini sangat di perlukan oleh para guru  penjaskes, mahasiswa dan semua masyarakat umum yang tertarik dengan dunia olahraga khususnya atletik..
oke kita mulai saja ,..

A.    Sejarah Lempar Cakram 
Berdasarkan cacatan sejarah bahwa lempar cakram adalah salah satu nomor atletik, hal ini dapat kita ketahui dari buku karangan Homerus yang berjudul “Odyssy” pada zaman purba.
Dalam buku Odyssy tersebut menceritakan bahwa gerak gerakan dasar dari atletik adalah jalan, lari, lompat dan lempar yang telah dikenal oleh bangsa primitif pada zaman prasejarah. Bahkan dapat dikatakan sejak adanya manusia, gerak-gerakan itu dikenal.

Mereka melakukan gerakan jalan, lari, lompat dan lempar semata-mata untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Didalam usaha ini mereka sangat tergantung dari efiiensi jasmaninya. Mereka yang kurang terampil, kurang tahan berjalan, kurang cepat lari, kurang tangkas melompat atau melempar akan mati karena kelaparan atau menjadi mangsa binatang buas bahkan mungkin menjadi korban bencana alam.
Jadi sejak zaman prasejarah, ,manusia telah menyadari akan manfaat ketahanan berjalan jauh, kecepatan lari, ketangkasan melompat dan melempar. Sehingga ada sementara orang yang menganggap atletik adalah cabang olahraga yang tertua.
Bangsa Belanda menyebutnya “Atletik is a moerder der sporten” yang artinya atletik adalah induk dari semua cabang olahraga. Meskipun gerakan dasar atletik ini telah dikenal sejak adanya manusia, tetapi perlombaan atletik termasuk lempar cakram yang pernah dilakukan dalam cacatan sejarah baru terjadi pada zaman purba sekitar 1000 tahun sebelum masehi. Hal ini dapat diketahui dari buku pujangga Yunani yang ditulis oleh Homeros.
Dalam buku ini juga Homeros menceritakan pertualangan Odysseus. Bahwa pada suatu ketika Odysseus terdampar disebuah kepulauan yang kemudian ternyata bernama Phaeacia, rajanya bernama Alcinaus. Setelah Odysseus dibawa menghadap baginda maka diadakan penyambutan yang meriah. Dalam acara itu diadakan serangkaian perlombaan.pemuda-pemuda Phaeacia yang mempertujukan kemahirannya dalam lomba lari cepat, gulat, lompat, tinju, dan lempar cakram.
Setelah rangkaian ini selesai, raja Aleinaus minta agar Odysseus menberikan demotrasi lempar cakram. Semula Odysseus menolaknya dengan halus, tetapi baginda mendesaknya dengan alasan agar pumuda Phaeacia dapat menyaksikan bagaimana cara melempar cakram yang sempurna, maka permintaan raja terpaksa dipenuhi. Tanpa melepaskan pakaian perangnya yang terbuat dari logam itu, Odysseus bangkit minta ijin kepada baginda, kemudian masuk gelanggang mengambil cakram yang terberat dan dengan gaya termanis melempar cakram itu,cakram melucur dan jatuh jauh dari jarak yang dicapai atlet-atlet dari Phaeacia (Sunaryo Basuki, 1979 : 24).
Dari kutipan buku ini yakin bahwa bangsa Yunani purba telah mengenal atletik, disini terlihat adanya nomor lari, lompat, dan lempar cakram yang merupakan nomor atletik yang kita kenal sampai sekarang ini.
B.    Sejarah Lempar Cakram di Indonesia
Berbicara masalah lempar cakram di Indonesia, kita tidaik bisa pisahkan dengan sejarah atletik. Karena lempar cakram adalah nomor atau bagian dari atletik. Jadi di Indonesia atletik termasuk lempar cakram dikenal lewat bangsa Belanda yang setengah abad lamanya menjajah Negeri Indonesia. Namun demikian atletik termasuk lempar cakram ini tidak dikenal secara luas.
Kemudian pada zaman pendudukan Jepang mulai awal tahun 1942-1945 kegiatan keolahragawan mengalami perkembangan. Hal ini dapat dilihat dipagi hari semua pelajar dan pegawai diwajibkan melakukan senam. Selain itu diberikan pelajaran beladiri dan atletik termasuk lempar cakram. Tetapi semua aktivitas jasmani yang dilakukan oleh seluruh bangsa Indonesia itu hanya untuk kepentingan orang-orang Jepang sendiri, dalam usaha memenangkan perang (Drs. Aip Syrifuddin, 1998 : 3).
Kemudian setelah Indonesia merdeka perkembangan olahraga termasuk lempar cakram semakin meluas bahkan setiap orang diberikan kesempatan untuk melakukan latihan-latihan atletik termasuk lempar cakram (Drs. Sunaryo Basuki, 1979 : 37).
Dari penjelasan sejarah atletik diatas, maka dalam bab ini penulis akan menguraikan hal-hal sebagai berikut :
  1. Panjang lengan
  2. Lempar cakram
  3. Pengaruh panjang l;engan terhadap prestasi lempar cakram
C.    Panjang Lengan
Panjang lengan merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam olahraga khususnya lempar cakram, karena panjang lengan akan memungkinkan dalam pencapaian prestasi yang maksimal. Hal ini sesuai dengan pendapat yang mengatakan bahwa bentuk tubuh atau postur tubuh merupakan salah satu faktor penentu dalam pencapaian prestasi yang maksimal (Soeharno H. P. 1985 : 8).
Disamping panjang lengan, dapat juga dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain kekuatan. Hal ini sesuai dengan pendapat yang mengatakan bahwa kekuatan lengan adalah kemampuan kelompok otot-otot lengan untuk dapat mengatasi tahanan atau beban dalam menjalankan aktivitas (Drs. Soeharno H. P. 1985 : 224),
Standar yang digunakan untuk mengukur panjang lengan menggunakan meteran baja (Antropometer) yang diukur melalui pangkal persendian bahu yang paling atas sampai ujung jari tengah. Hal ini sesuai dengan pendapat yang mengatakan bahwa lengan adalah anggota gerak bagian atas mulai dari gelang bahu sampai ujung jari (Soedarminta, 1994 : 108).
Berdasarkan pendapat diatas, maka hasil pengukuran dapat dibaca sesuai dengan apa yang tertera pada alat ukur. Siswa yang memiliki panjang lengan diatas rata-rata maka dianggap sebagai siswa berlengan panjang, sedangkan siswa yang memiliki panjang lengan dibawah rata-rata diangggap sebagai siswa yang berlengan pendek.
Untuk cabang olahraga atletik khususnya nomor lempar cakram, apabila ada seseoarang yang memiliki lengan panjang kecenderungan akan berpengaruh pada jauhnya lemparan jika didukung oleh kekuatan otot yang baik bila dibandingkan seseorang yang memiliki lengan pendek.
D.    Lempar Cakram
Ada beberapa hal mengenai lempar cakram yang akan diuraikan sebagai berikut :
  1. Pengetian lempar cakram
  2. Tehnik-tehnik lempar cakram
  3. Peraturan dalam lempar cakram
1.    Pengertian lempar cakram
Untuk memahmi pengertian lempar cakram, terlebih dahulu kita memahami pemgertian lempar cakram. Lempar adalah olahraga dengan melempar (lembing, peluru, martil, cakram).(W. J. S. Poerwadarminta, 1976 : 584).
Sedangkan cakram sebuah benda kayu yang berbentuk piring berbingkai sabuk besi (Didi Sugandi, 1986 : 51).
Jadi lempar cakram adalah salah satu nomor lomba dalam atletik yang menggunakan sebuah benda kayu yang berbentuk piring bersabuk besi, atau bahan lain yang bundar pipih yang dilemparkan. 2.    Tehnik-tehnik lempar cakram
a.    Cara memegang cakram
Untuk memudahkan memegangnya, cakram diletakkan pada telapak tangan kiri (bagi pelempar yang tidak kidal) sedangkan telapak tangan kanan diletakkan diatas tengah cakram, keempat jari agak jarang (terbuka) menutupi pinggiran cakram (ruas jari yang terakhir menutupi cakram) sedangkan ibu jari bebas.
b.    Ada dua gaya dalam lempar cakram
•    Gaya samping
Sikap permulaan berdiri miring/menyamping kearah sasaran, sesaat akan memulai berputar lengan kanan diayun jauh ke belakang, sumbu putaran pada kaki kiri (telapak kaki bagian depan atau ujung) selama berputar lengan kanan selalu di belakang, pada posisi melempar badan merendah lengan kanan di belakang pandangan ke arah sasaran, setelah cakram lepas dari tangan kaki kanan melangkah ke depan berpijak dibekas telapak kaki kiri yang saat itu telah berayun ke belakang.
•    Gaya belakang
Sikap pertama berdiri membelakangi arah lemparan sesaat akan berputar lengan kanan diayun jauh ke belakang pandangan mulai melirik ke kiri, saat mulai berputar ujung telapak kaki kiri sebagai sumbu dan tolakan kaki kiri itu pula badan meluncur ke arah lemparan, kaki kanan secepatnya diayun memutar ke kiri untuk berpijak, sesaat kaki kanan mendarat kaki kiri dengan cepat pula diayum ke kiri untuk berpijak dan terjadilah sikap lempar, setelah cakram lepas dari tangan kaki kanan segera diayun ke depan dan kaki kiri diayun ke belakang.

3.    Peraturan dalam lempar cakram
Lempar cakram harus dimulai dengan sikap berdiri seimbang dengan lingkaran lempar tanpa menginjak garis lingkaran. Pelempar tidak boleh meninggalkan lingkaran lempar sebelum juri mengatakan sah posisi berdirinya melalui setengah lingkaran bagian dalam.pelempar boleh menyentuh dinding bagian dalam dari balok batas lemparan tetapi tidak boleh menyentuh bagian atasnya. Lemparan akan diukur dengan lemparan yang ditarik dari bekas jatuhnya cakram yang terdekat ketepi dalam balok. Bila peserta lebih dari 8 orang, maka peserta akan diberi hak melempar sebanyak 3 kali, kemudian akan ditentukan 8 pelempar terbaik untuk mengikuti babak berikutnya (final). Bila peserta lomba 8 orang atau kurang, kesempatan melempar sebanyak 6 kali langsung final.
Lingkaran lemparan tersebut terbuat dari besi, baja atau bahan lain yang sesuai. Bagian atasnya dipasang rata dengan tanah diluarnya. Bagian dalam terbuat dari semen, aspal atau bahan lain yang kokoh tetapi tidak licin permukaannya bagian dalam harus datar lebih rendah 14 mm sampai 26 mm dari sisi atas tepi lingkaran.
Ukuran garis tengah sebelah dalam lingkaran lempar adalah 2,5 m, tebal besi lingkaran lempar 6 mm dan harus dicat putih. Garis putih selebar 5 cm harus ditarik dari bagian atas lingkaran besi sepanjang 75 cm pada kedua sisi lingkaran.
4.    Faktor-fakor yang mempengaruhi prestasi dalam lempar cakram
a.    Faktor internal atau dari dalam atlet
1.    Kesehatan fisik dan mental yang baik
Kita sebagai manusia terbentuk dari unsur jasmani dan rohani, keduanya memegang peranan penting dan tidak dapat dipisah satu dengan yang lainnya karena saling mempengaruhi. Apabila fisik terganggu oleh suatu penyakit maka faktor fsikispun ikut terganggu. Oleh karena itu kesehatan fisik harus selalu dijaga agar tetap dalam keadaan sehat.
Dengan demikian faktor psikis, pemeliharaan dapat dilakukan dengan jalan pemeliharaan suasana lingkungan sehat sehingga pikiran tetap jernih, serta perasaaan tenteram dan sebagainya, menentukan karena segala kegiatan dalm mencapai prestasi memerlukan pembiayaan yang cukup besar.
b.    Faktor-faktor eksternal (dari dalam atlet)
1.    Lingkungan keluarga
Keluarga dapat dinyatakan sebagai suatu kelompok atau unit terkecil dari masyarakat yang didalamnya terdapat hubungan erat antara anggota-anggotanya. Orang tua dalam suatu keluarga mendidik anaknya secara kodrati dengan memberi dorongan.
2.    Latihan
Latihan adalah suatu proses mempersiapkan organisme atlet secara sistematis untuk mencapai mutu, prestasi maksimal dengan diberi beban latihan fisik dan mental yang teratur, terarah, meningkat dan berulang-ulang (Rusli Nursalam, 1990 : 19).
Petunjuk latihan
Pada dasarnya tidak terdapat perbedaan kebutuhan latihan bagi para pelempar, jika terdapat perbedaan hanya terdapat pada latihan tehnis yang dilakukan (Sugito, 1994 : 232).
Secara garis besar disamping kebutuhan latihan untuk meningkatkan kebutuhan tehnik nomor lempar yang dipilih para pelempar membutuhkan latihan-latihan sebagai berikut :
1.    Latihan kekuatan
Pelempar yang ingin berhasil harus mengembangkan kekuatan otot-ototnya dengan latihan beban atau weight training. Prinsip-prinsip weight training adalah kesedian untuk mengulang-ulang apa yang dipelajari. Gerakan dilang berkali-kali sehingga pada akhirnya gerakan-gerakan itu dapat dilaksanakan tanpa memikir, segala sesuatu sudah berlangsung secara otomatis, cepat dan efesien. Latihan harus cukup berat sehingga dapat merangsang adaptasi-adaptasi dalam badan. Latihan yang ringan tidak akan menimbulkan kemajuan dalam kemampuan begitu pula sebaliknya. Latihan-latihan harus ditingkatkan, latihan harus teratur. Pada akhirnya kemampuan berprestasi ini dibatasi oleh bakat yang tersimpan didalam anak (Bambang Wijanarko, 1994 : 113).
Dalam memilih macam latihan hendaknya disesuaikan dengan nomor lempar yang diikuti, pada masa persiapan tahap kedua dapat dilakukan 2 kali dalam seminggu, dan pada masa perlombaan masih dapat dilakukan sekali seminggu.
2.    Latihan kecepatan
Seorang pelempar tidak hanya harus kuat, tetapi juga mampu bergerak dengan cepat. Bagi pelempar, kecepatan akan memberikan kekuatan eksplosif yang sangat berguna untuk meningkat prestasi lempar. Latihan kecepatan bagi para pelempar dapat berupa : lari 30 meter, loncat tegap, jingkat 3 kali dan pul-up.
3.    Latihan daya tahan
Seorang pelempar juga harus mempunyai daya tahan. Ini dapat dicapai dengan latihan gross country serta lari interval.
4.    Latihan kelincahan dan keterampilan
Seorang pelempar harus juga memiliki kelincahan dan keterampilan. Ini dapat dicapai dengan latihan : senam lantai dan senam ketangkasan, loncat tali (rope skiping). E.    Pengaruh panjang lengan terhadap prestasi lempar cakram
Pengaruh lengan terhadap prestasi lempar pada umumnya sangat besar, ditinjau dari fungsi lengan sebagai penahan, pemegang dan sebagai alat lemparan terakhir dengan gaya lenting. Fungsi lengan dalam lemparan ini sesuai dengan pendapat yang mengatakan otot lengan adalah kekuatan otot-otot atau kelompok otot untuk mengatasi suatu beban dalam menjalankan suatu aktivitas (Abdul Hamid Syeeh Nur, 1993 : 135).
Makin tinggi dan besar pelempar cakram, makin baik adanya. Pelempar dengan lengan panjang akan lebih menguntungkan daripada berlengan pendek. Sebab lengan yang panjang mempunyai jangkauan ayunan yang lebih jauh (Winarno surachman, 1992 : 20). Menunjukkan bahwa bukti akan kebenaran pendapat diatas. Oleh karena itu para Pembina olahraga khususnya pelempar cakram perlu kiranya memperhatikan postur atau bentuk tubuh merupakan salah satu faktor penentu dalam pencapaian preastasi yang maksimal (Soeharno HP, 1985
Seorang yang mempunyai tubuh yang lebih tinggi dan besar sudah jelas mempunyai jangkauan yang lebih jauh daripada yang mempunyai bentuk tubuh pendek yang pada gilirannya tidak akan mampu melempar yang lebih jauh. Gambar   Lapangan Lempar Cakram